TUW5BSClTpA5TSO9GSzpTpz9GA==
Breaking
News

Kisah Inspiratif Aquilla Yovaan Ananta dari Surakarta yang Memilki Koleksi Medali Internasional

Ukuran huruf
Print 0

SURAKARTA – Ketika anak-anak TK lain bercita-cita menjadi dokter atau pilot, Aquilla Yovaan Ananta justru punya jawaban berbeda: ingin jadi guru matematika. Uniknya, jawaban itu tak pernah berubah hingga kini ia duduk di bangku kelas IX SMP Warga Surakarta. Bahkan, jalan menuju mimpinya makin terbuka lebar.

Cinta Yovaan terhadap matematika muncul sejak dini. Sejak TK, ia terbiasa mengisi waktu luang dengan mengerjakan soal-soal angka. Hal itu terus dilakukan hingga kini. Padahal, Yovaan memiliki keterbatasan pendengaran. Kondisi itu sempat membuat orang tuanya khawatir apakah ia mampu mengikuti pelajaran dengan normal. Namun, semuanya berubah saat Yovaan duduk di kelas 3 SD.

“Setiap ulangan, dia selalu selesai paling cepat dan nilainya 100. Bahkan gurunya sering meminta bantuannya untuk mengoreksi pekerjaan teman-temannya,” ujar salah satu guru SD-nya.

Bakatnya makin terlihat ketika ia pindah ke SD Warga Surakarta pada 2020. Tak butuh waktu lama beradaptasi, Yovaan langsung dipercaya sekolah untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika. Hasilnya mengejutkan: ia meraih juara pertama tingkat Kota Surakarta pada 2021 dan menerima penghargaan dari Dinas Pendidikan setempat.

Sejak saat itu, Yovaan makin serius mendalami matematika. Bahkan, di usia kelas 6 SD, ia sudah memahami materi setingkat SMA kelas 12. Saat ini, kemampuannya terus diasah melalui pelatihan dan pendampingan di SMP Warga Surakarta.

“Sekolah sangat mendukung, kami ikutkan Yovaan ke berbagai kompetisi matematika, mulai dari regional, nasional, sampai internasional,” ujar Kepala SMP Warga, Budi Prabowo, S.T., S.Kom.

Deretan kompetisi internasional telah dijajalnya. Mulai dari Singapore Mathematical Challenge (SMC), American Mathematics Olympiad (AMO), Singapore Math Global Finals (SMGF), hingga Singapore and Asian Schools Math Olympiad (SASMO), Singapore International Math Olympiad Challenge (SIMOC), dan International Junior Math Olympiad (IJMO). Dari semua ajang itu, Yovaan selalu membawa pulang medali dan peringkat membanggakan.

Perjalanan Yovaan bukan tanpa rintangan. Ia harus berjuang lebih keras dari anak-anak lain. Namun berkat konsistensi, semangat belajar tinggi, serta dukungan penuh dari sekolah dan keluarga, Yovaan mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Kini, Yovaan menjadi inspirasi bagi teman-temannya dan para adik kelas di sekolah. Ia tak hanya menunjukkan keunggulan akademis, tapi juga semangat pantang menyerah dan tekad yang kuat. Mimpinya menjadi guru matematika tinggal selangkah lagi.

“Semoga kisah Yovaan bisa memotivasi siswa lain untuk berani bermimpi dan menembus kompetisi internasional,” tambah Bapak Budi.

 

Kisah Inspiratif Aquilla Yovaan Ananta dari Surakarta yang Memilki Koleksi Medali Internasional
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin