![]() |
| Fapet UGM kembali melakukan kegiatan pemberdayaan peternak melalui introduksi teknologi Bio-Amoniasi berbasis limbah pertanian. (Foto: Dok/Ist). |
Jogjapekan, Yogyakarta - Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali melakukan kegiatan pemberdayaan peternak melalui introduksi teknologi Bio-Amoniasi berbasis limbah pertanian kepada Kelompok Ternak Satwa Mulya di Jetis, Bantul, pada Minggu (19/10/2025). Program ini dirancang untuk membantu peternak meningkatkan kualitas pakan secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Bio-Amoniasi merupakan teknik pengolahan
limbah pertanian—mulai dari jerami padi, batang jagung, hingga limbah hijauan
lainnya—yang diperkaya melalui proses biologis menggunakan amonia dan
mikroorganisme. Teknologi ini mampu meningkatkan kadar protein, menambah
kecernaan, serta memperpanjang daya simpan bahan pakan. Solusi ini dinilai
sangat relevan bagi peternak rakyat yang sering menghadapi kelangkaan pakan
saat musim kemarau dan fluktuasi harga pakan pabrikan.
Ketua Tim, Dr. Moh. Sofi’ul Anam,
menjelaskan bahwa bio-amoniasi menjadi alternatif strategis untuk menekan biaya
produksi. “Dengan teknologi ini, limbah pertanian yang melimpah dapat diolah
menjadi pakan bernilai tinggi. Peternak tidak lagi bergantung sepenuhnya pada
pakan komersial dan dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak,”
terangnya.
Pendampingan ini turut melibatkan tim
pengabdian yang terdiri atas Dr. Ir. Aji Praba Baskara, drh. Fatkhanuddin Aziz,
dan Muh Amat Nasir, M.Sc. Para peserta dilatih mulai dari tahap persiapan
bahan, formulasi larutan amoniasi, teknik pencampuran, hingga praktik
fermentasi di lapangan. Pendekatan praktik langsung ini membantu peternak
memahami proses secara lebih komprehensif dan aplikatif.
Ketua Kelompok Ternak Satwa Mulya, Pak Tomo,
menyampaikan apresiasinya atas pelatihan yang diberikan. “Dulu jerami hanya
kami tumpuk, bahkan kadang dibakar. Setelah diajari bio-amoniasi, kami sadar
bahwa bahan-bahan ini bisa menjadi pakan berkualitas tinggi. Ini sangat
membantu kami, apalagi saat musim kemarau,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Fapet UGM berharap
teknologi Bio-Amoniasi dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat
peternak sehingga dapat mengurangi limbah pertanian, meningkatkan efisiensi
produksi ternak, dan mendukung peningkatan kesejahteraan peternak di Bantul.


0 Komentar