TUW5BSClTpA5TSO9GSzpTpz9GA==
Breaking
News

Merayakan Valentine dengan Batik, Cara Univerisitas Ciputra Surabaya Menjaga Budaya Tetap Hidup

Ukuran huruf
Print 0

Dokumentasi pribadi : Mahasiswa dan dosen FDB Universitas Ciputra Surabaya berdiskusi sambil mengamati material dan detail karya tekstil.

Jogja Pekan, Surabaya
- Perayaan Hari Valentine di Universitas Ciputra Surabaya tahun ini berlangsung dengan cara berbeda. Alih-alih identik dengan bunga dan cokelat, mahasiswa dan dosen memilih mengenakan batik sebagai simbol kebersamaan sekaligus refleksi identitas budaya di ruang akademik.

Sejak pagi, lorong kampus dipenuhi beragam motif batik, mulai dari parang klasik hingga desain kontemporer berwarna cerah. Batik dipadukan secara kasual dengan sneakers, denim, rok modern, tote bag kanvas, hingga outer santai. Sejumlah mahasiswa tampak memilih batik bernuansa merah dan pink, warna yang lekat dengan Valentine, namun tetap menampilkan karakter tradisional.

Kehadiran batik tidak berhenti sebagai pilihan busana. Di ruang kelas, studio desain, hingga kantin, motif dan makna batik menjadi bahan diskusi antarmahasiswa dan dosen. Percakapan mengenai asal-usul motif, filosofi warna, hingga relevansinya dalam kehidupan modern mengalir secara alami di berbagai sudut kampus.

Valentine pun dimaknai lebih luas. Tidak berpusat pada relasi romantis, melainkan sebagai momentum membangun kebersamaan komunitas akademik dan kepedulian terhadap budaya lokal. Kampus menghadirkan tafsir alternatif tentang perayaan global melalui praktik keseharian yang membumi.

Kepala Program Studi Fashion Design and Business (FDB) Universitas Ciputra, Yoanita Tahalele, B.A., M.A., menilai pendekatan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Menurutnya, pemahaman budaya akan lebih kuat ketika mahasiswa terlibat langsung dalam praktik, bukan sekadar menerima materi teoritis.

“Budaya tidak cukup diajarkan melalui presentasi di kelas. Ketika mahasiswa mengenakan batik, mereka sedang menghayati nilai dan makna, bukan hanya menghafal definisi,” ujar Yoanita.

Ia menambahkan, generasi muda cenderung lebih mudah menerima budaya ketika dihadirkan dalam aktivitas harian. Integrasi batik dalam keseharian kampus membuat budaya terasa dekat, relevan, dan tidak terkungkung kesan formal.

Hal tersebut tercermin dalam aktivitas belajar-mengajar di lingkungan FDB. Batik dikenakan saat presentasi, diskusi kelompok, hingga kegiatan santai tanpa aturan baku terkait model maupun warna. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memadukan batik sesuai gaya personal masing-masing.

dokumentasi pribadi : Dosen Universitas Ciputra Surabaya mengenakan batik merah saat Valentine.

Dosen FDB Universitas Ciputra, Christina Tanujaya, AdvDip., B.Des., MBA., menyebut praktik tersebut sebagai bentuk pembelajaran lintas generasi.

“Batik membantu mahasiswa melihat pakaian bukan semata tren, tetapi sebagai identitas dan medium pesan sosial. Ketika dosen dan mahasiswa mengenakannya bersama, terjadi dialog budaya lintas generasi,” katanya.

Dari sisi mahasiswa, pengalaman tersebut memunculkan perubahan cara pandang terhadap batik. Antonio Wijaya Capasso, mahasiswa Universitas Ciputra, mengaku merasa lebih dekat dengan budaya setelah mengenakan batik sepanjang hari.

“Selama ini batik terasa formal. Tapi ketika di-mix and match menjadi bagian dari gaya sehari-hari, rasanya lebih natural dan membuat saya lebih percaya diri karena memakai sesuatu yang punya makna,” ujar Antonio.

Ia juga mengaku baru memahami filosofi motif batik yang dikenakannya setelah berdiskusi dengan teman dan dosen. Menurutnya, pakaian tidak lagi sekadar penutup tubuh, tetapi sarana bercerita tentang identitas.

Perayaan Valentine di Universitas Ciputra Surabaya menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus diwujudkan dalam seremoni formal. Melalui praktik sederhana di ruang akademik, batik dimaknai ulang oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas sehari-hari yang hidup dan terus berkembang.


Merayakan Valentine dengan Batik, Cara Univerisitas Ciputra Surabaya Menjaga Budaya Tetap Hidup
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin