| Aluisius Dian Permana, Penulis Buku : Ayah, Tentangku, Tentangmu, Tentang Waktu |
Karya terbaru dari Aluisius Dian Permana kembali hadir dengan nuansa yang hangat dan reflektif. Setelah sebelumnya menyentuh pembaca melalui buku bertema kasih seorang ibu, kali ini ia mengajak pembaca menyelami relasi yang tak kalah penting: hubungan antara ayah dan anak. Buku terbarunya yang berjudul “Ayah, Tentangku, Tentangmu, Tentang Waktu” menjadi ruang perenungan tentang peran ayah dalam perjalanan hidup seorang anak.
Dalam buku ini, Aluisius Dian Permana atau yang lebih akrab disapa Ale tidak berusaha menggambarkan sosok ayah sebagai figur yang sempurna. Justru sebaliknya, ia menghadirkan potret ayah yang manusiawi, dengan segala keterbatasan, kesalahan, dan perjuangan yang mungkin tidak selalu terlihat. Melalui rangkaian tulisan yang sederhana namun menyentuh, pembaca diajak memahami bahwa di balik sikap tegas atau diam seorang ayah, tersimpan niat tulus untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
Narasi yang disusun terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak berlebihan, tidak pula dramatis, tetapi mampu mengena karena kejujurannya. Tema tentang waktu menjadi benang merah yang kuat dalam buku ini, bagaimana waktu membentuk hubungan, menyisakan penyesalan, sekaligus menghadirkan kesempatan untuk memahami satu sama lain dengan lebih baik.
Buku ini juga menjadi pengingat bahwa hubungan antara ayah dan anak bukanlah sesuatu yang statis. Ia terus berkembang, mengikuti perjalanan usia dan pengalaman hidup. Ada fase di mana jarak terasa begitu lebar, namun ada pula momen di mana kedekatan justru hadir dalam bentuk yang sederhana, sebuah nasihat singkat, perhatian kecil, atau bahkan keheningan yang penuh makna.
Lebih dari sekadar kumpulan tulisan, “Ayah, Tentangku, Tentangmu, Tentang Waktu” menawarkan sudut pandang baru dalam melihat sosok ayah. Bahwa di balik segala kekurangan, setiap ayah memiliki caranya sendiri untuk mencintai. Dan sering kali, cinta itu tidak selalu terucap, tetapi nyata dalam tindakan.
Kehadiran buku ini menjadi relevan di tengah kehidupan modern yang serba cepat, di mana komunikasi dalam keluarga kerap terabaikan. Buku ini seolah mengajak pembaca untuk berhenti sejenak, merenung, dan kembali melihat sosok ayah dengan perspektif yang lebih utuh.
Bagi pembaca yang menyukai karya reflektif dan penuh makna, buku ini layak untuk menjadi bagian dari daftar bacaan. Tidak hanya memberikan sudut pandang baru, tetapi juga membuka ruang untuk berdamai dengan masa lalu, memahami masa kini, dan menghargai waktu yang terus berjalan.
Pada akhirnya, buku ini bukan hanya tentang ayah, tetapi juga tentang kita, tentang bagaimana kita melihat, memahami, dan menghargai sosok yang mungkin selama ini terasa dekat, namun belum sepenuhnya kita mengerti.
Bagi pembaca yang ingin mengenal buku “Ayah, Tentangku, Tentangmu, Tentang Waktu” maupun karya-karya Ale lainnya, Anda dapat mengunjungi akun Instagram @ale_esje. (dina)