| (Acara Buka Bersama SMA Kolese De Britto) |
JOGJA PEKAN, YOGYAKARTA, Suasana hangat dan penuh persaudaraan terasa dalam kegiatan buka bersama yang diselenggarakan oleh keluarga SMA Kolese De Britto Yogyakarta pada Kamis, 12 Maret 2026 dengan tema “Merajut Kebersamaan di Bulan Ramadhan”. Acara yang berlangsung di rumah salah satu murid, Rajendra Sri Ganeshvara kelas XI-5 di Maguwoharjo, Depok, Sleman, ini menjadi momen kebersamaan yang mempertemukan berbagai unsur komunitas sekolah dalam semangat persaudaraan dan saling menghargai di bulan suci Ramadan.
Buka bersama ini tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, melainkan ruang perjumpaan yang mempererat relasi di antara warga sekolah. Hadir dalam kesempatan tersebut pimpinan sekolah, yakni Kepala Sekolah R. Arifin Nugroho, S.Si., M.Pd beserta tim humas, Kepala Campus Ministry Aloisius Dian Permana SJ, para guru, karyawan, tenaga outsourcing, serta para murid Muslim. Turut hadir pula unsur organisasi sekolah seperti Presedium dan Campus Ministry yang bersama-sama mendukung terselenggaranya acara ini.
Kebersamaan dimulai dengan suasana santai dan penuh tawa melalui berbagai permainan yang dipandu oleh Nara, Ketua Campus Ministry. Permainan tersebut menghadirkan keceriaan yang mencairkan suasana sekaligus menjadi sarana membangun kedekatan antarpeserta. Tawa dan kegembiraan yang tercipta menunjukkan bahwa kebersamaan sering kali tumbuh dari hal-hal sederhana.
Memasuki sesi berikutnya, Kepala Campus Ministry, Romo Aloisius Dian Permana SJ, dalam sambutannya menegaskan bahwa acara buka bersama ini merupakan wujud nyata dari semangat persaudaraan lintas iman yang hidup di De Britto. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap perbedaan, serta kepedulian satu sama lain.
| (Acara Buka Bersama SMA Kolese De Britto) |
Kepala Sekolah R. Arifin Nugroho, S.Si., M.Pd dalam sambutannya turut menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin dalam komunitas sekolah. Ia menegaskan bahwa acara seperti ini merupakan bagian dari proses pendidikan karakter yang menumbuhkan sikap hormat, solidaritas, serta kemampuan hidup bersama dalam keberagaman.
“Melalui momen seperti ini, kita belajar bahwa sekolah adalah rumah bersama. Di dalamnya kita saling mendukung, saling memahami, dan merayakan keberagaman dengan penuh rasa hormat,” ungkapnya.
Kehangatan acara semakin terasa ketika perwakilan tuan rumah, Bapak Dr. Rernat Ronny Martien, M.Si selaku orang tua Ganes, menyampaikan sambutannya. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran keluarga besar sekolah di rumahnya. Baginya, kebersamaan ini menjadi pengalaman berharga karena rumahnya dapat menjadi tempat berkumpulnya komunitas sekolah dalam suasana kekeluargaan.
Kegiatan semakin bermakna dengan hadirnya tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ahmad Shalahuddin, S.Ag., M.Fil. Dalam renungannya, ia mengajak para murid untuk memahami puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai latihan pengendalian diri secara menyeluruh, termasuk dalam mengelola emosi, pikiran, dan tindakan.
Sesi renungan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama para murid. Jagad, salah satu peserta, mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara menahan emosi selama menjalankan puasa, karena menurutnya menahan makan dan minum terasa lebih mudah dibandingkan menahan amarah.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ahmad Shalahuddin menjelaskan bahwa puasa memang menjadi sarana latihan spiritual untuk membentuk kedewasaan batin. Ketika emosi muncul, seseorang diajak untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, dan kembali mengingat tujuan puasa sebagai latihan kesabaran serta pengendalian diri.
Pertanyaan lain datang dari Bintang yang menanyakan bagaimana sikap seseorang yang sedang berpuasa ketika ada teman yang justru mengajak makan atau minum. Menanggapi hal tersebut, sang ustaz menekankan pentingnya sikap saling menghormati. Ia mengajak para murid untuk tetap teguh menjalankan ibadah puasa, namun tetap menjaga relasi yang baik dengan teman-temannya melalui sikap yang bijak dan penuh pengertian.
Menjelang waktu magrib, seluruh peserta kemudian bersiap untuk berbuka bersama. Ketika adzan berkumandang, suasana menjadi hening sejenak sebelum kemudian berubah menjadi penuh kehangatan ketika semua menikmati hidangan berbuka dalam kebersamaan yang sederhana namun bermakna.
| (Acara Buka Bersama SMA Kolese De Britto) |
Melalui kegiatan ini, SMA Kolese De Britto Yogyakarta kembali menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam pengalaman hidup bersama. Berangkat dari semangat pendidikan Jesuit yang diwariskan oleh Ignatius of Loyola, sekolah ini memandang pendidikan sebagai proses yang menuntun murid untuk menemukan Tuhan dalam segala hal (Finding God in All Things) serta memuliakan-Nya melalui kehidupan yang bermakna (Ad Maiorem Dei Gloriam).
Dalam semangat itulah, kegiatan buka bersama ini menjadi simbol persaudaraan, solidaritas, dan penghormatan terhadap keberagaman yang terus dirawat dalam kehidupan komunitas sekolah yang sering dijuluki sebagai “Indonesia Mini”. Para murid datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang budaya, sosial, dan agama yang beragam; Katolik, Kristen, Islam, Hindu, maupun Buddha.
Keberagaman tersebut tidak menjadi sekat, melainkan justru menjadi kekayaan yang memperkaya pengalaman hidup bersama. Buka bersama ini menjadi pengalaman nyata bahwa sekolah adalah komunitas yang hidup dalam semangat kebersamaan, di mana setiap pribadi dihargai dan dirangkul.
Dari acara berbuka yang sederhana inilah, nilai-nilai persaudaraan, empati, dan solidaritas lintas iman terus ditumbuhkan, membentuk para murid menjadi pribadi yang terbuka, berbelarasa, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam keberagaman masyarakat Indonesia.
Chr. Danang Wahyu P, S.Or., M.M
(Humas SMA Kolese De Britto)