TUW5BSClTpA5TSO9GSzpTpz9GA==
Breaking
News

Disaster Network Gelar Bedah Kasus Pendampingan Penyintas Kecelakaan Kereta Api dan Luncurkan Buku Pendampingan Trauma

Ukuran huruf
Print 0
Disaster Network Gelar Bedah Kasus Pendampingan Penyintas Kecelakaan Kereta Api dan Luncurkan Buku Pendampingan Trauma


Jogja Pekan, Denpasar, Bali — 23 Mei 2026 Disaster Network menyelenggarakan webinar Bedah Kasus Pendampingan Penyintas Kecelakaan Kereta Api pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 08.00–10.00 WITA di Denpasar, Bali. Kegiatan ini diikuti oleh relawan organik Disaster Network sebagai penguatan kapasitas pendampingan psikososial pada situasi krisis dan bencana transportasi.

Bedah kasus ini menjadi forum refleksi sekaligus pembelajaran lapangan terkait pendampingan penyintas kecelakaan kereta api yang mengalami trauma langsung maupun vicarious trauma. 

Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai dinamika psikologis penyintas, termasuk kecemasan saat kembali menggunakan kereta api, ketakutan terhadap perjalanan malam, hingga sensitivitas terhadap suasana gelap dan suara rel kereta.

Selain bedah kasus, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran buku Trauma Kecelakaan Kereta Api: Bedah Kasus Pendampingan Penyintas dengan Grounding, Exposure, dan PsychoDiorama. 

Buku tersebut memuat pengalaman pendampingan lapangan yang dilakukan Disaster Network melalui pendekatan grounding, regulasi sensorik, exposure, serta penggunaan diorama kereta api sebagai media refleksi dan pemulihan psikologis.

Pendekatan PsychoDiorama diperkenalkan sebagai metode kreatif yang membantu penyintas mengekspresikan pengalaman traumatis melalui miniatur situasi dan narasi simbolik. 

Metode ini dipadukan dengan teknik grounding dan exposure untuk membantu membangun kembali rasa aman pada penyintas.

Dr. Listyo Yuwanto founder Disaster Network menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas relawan kemanusiaan dalam memahami respons trauma berbasis konteks budaya dan pengalaman sensorik penyintas. 

Webinar juga menekankan pentingnya kesiapan psikologis relawan agar mampu melakukan pendampingan tanpa mengalami kelelahan emosional berkepanjangan.

Melalui kegiatan ini, Disaster Network berharap muncul penguatan jejaring relawan yang memiliki sensitivitas psikologis, kemampuan asesmen lapangan, serta keterampilan pendampingan yang lebih adaptif dalam menghadapi krisis transportasi dan situasi bencana lainnya.
Disaster Network Gelar Bedah Kasus Pendampingan Penyintas Kecelakaan Kereta Api dan Luncurkan Buku Pendampingan Trauma
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin