TUW5BSClTpA5TSO9GSzpTpz9GA==
Breaking
News

Kolaborasi Harmoni Lampung Timur Dorong Penguatan Sejarah, Ekonomi Kreatif, dan Partisipasi Publik

Ukuran huruf
Print 0

Foto bersama usai kegiatan, Dok. Pribadi

Jogja Pekan, Lampung
— Ketua Pelaksana Kolaborasi Harmoni Lampung Timur, Reza Azis Mukti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, di Sukadana, Lampung Timur.

Menurut Reza, kegiatan ini merupakan langkah kecil untuk mencapai tujuan yang lebih besar, sekaligus menjadi pemantik dalam memperkenalkan Sukadana secara lebih luas sebagai wilayah yang kaya akan nilai sejarah, namun belum sepenuhnya dikenal oleh generasi masa kini. Ia menegaskan bahwa gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya merawat dan melanjutkan perjuangan para tokoh dan pendahulu Sukadana.

Kegiatan Kolaborasi Harmoni Lampung Timur melibatkan berbagai komunitas, di antaranya Komunitas Penggiat Kopi Lampung Timur, Komunitas Penggiat Sejarah Lampung, Forum Taman Baca Masyarakat, Komunitas Mural Way Jepara, serta Federasi Orado Lampung Timur.

Dalam rangkaian acara, Komunitas Penggiat Kopi menghadirkan lomba fun battle V60 manual brew. Meski Lampung Timur bukan daerah penghasil kopi utama, pertumbuhan kedai kopi lokal menunjukkan geliat ekonomi kreatif yang perlu didukung dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan kakao sebagai produk unggulan daerah melalui pengenalan olahan cokelat. Inisiatif ini sejalan dengan potensi Lampung Timur sebagai salah satu daerah penghasil kakao, yang diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Dari sektor sejarah, diselenggarakan kegiatan hunting story bertema “Sukadana Onder Afdeling” yang bertujuan mengangkat kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap nilai-nilai historis Sukadana sebagai wilayah yang memiliki peran penting di masa lalu.

Partisipasi komunitas mural Way Jepara dan Forum Taman Baca Masyarakat turut menghadirkan ruang ekspresi kreatif sekaligus mendorong penguatan budaya literasi di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi dialog terbuka sebagai upaya menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan. Melalui forum ini, diharapkan terbangun pola interaksi yang lebih dialogis, partisipatif, dan setara, sehingga aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara utuh.

Reza menekankan bahwa dalam sistem demokrasi, kepemimpinan yang efektif tidak hanya diukur dari kemampuan dalam memberikan arahan, tetapi juga dari sejauh mana pemimpin mampu menyerap serta merespons langsung aspirasi publik.

Pemilihan Sukadana sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis, tidak hanya untuk menarik kunjungan masyarakat, tetapi juga sebagai upaya membangun citra baru melalui aktivitas yang positif, kreatif, dan kolaboratif.

Sebagai tindak lanjut, seluruh hasil dialog akan dirangkum menjadi catatan bersama yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam pembangunan.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan peluncuran Buku Kolaborasi Harmoni Lampung Timur serta produk kopi kemasan bertajuk “Kopi Melinting”.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial semata, melainkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, membuka ruang dialog yang berkelanjutan, serta mendorong kemajuan Lampung Timur di berbagai bidang.

Kolaborasi Harmoni Lampung Timur Dorong Penguatan Sejarah, Ekonomi Kreatif, dan Partisipasi Publik
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin