![]() |
| Sumber: Istimewa. |
Jogjapekan, Jakarta - Pendidikan bukan hanya tentang seberapa tinggi prestasi akademik seorang anak, tetapi juga tentang bagaimana ia tumbuh menjadi pribadi yang beriman, disiplin, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Inilah nilai yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di IIEC Schools Jakarta. |
Memilih sekolah untuk anak merupakan salah satu keputusan penting bagi setiap orang tua. Harapannya tentu bukan sekadar mendapatkan pendidikan akademik yang baik, tetapi juga menemukan lingkungan yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai agama, dan mempersiapkan anak menghadapi kehidupan di masa depan.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan sejumlah keluarga mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada IIEC Schools Jakarta melalui SMP IISS (International Islamic Secondary School) dan SMA IIHS (International Islamic High School).
Sebagai lembaga pendidikan yang menghadirkan konsep Islamic Full Day School, IIEC mengintegrasikan pendidikan akademik, pembinaan keislaman, pengembangan karakter, serta wawasan internasional. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman orang tua setelah anak-anak mereka menempuh pendidikan di IIEC?
Beberapa testimoni orang tua berikut memberikan gambaran mengenai perubahan yang mereka lihat, mulai dari kedisiplinan, kebiasaan beribadah, kemampuan bersosialisasi, hingga kesiapan anak menghadapi masa depan.
Dari Kurang Disiplin Menjadi Terbiasa Membangunkan Keluarga untuk Salat Subuh Berjamaah
Salah satu pengalaman datang dari keluarga Bapak Alfiansyah Komeng dan Ibu Indra Dewi, yang mempercayakan pendidikan putra-putranya kepada IIEC Schools Jakarta.
Bapak Alfiansyah Komeng, yang dikenal sebagai Komeng dan merupakan Anggota DPD RI, menceritakan perubahan positif yang ia lihat pada anak-anaknya setelah bersekolah di IIHS.
Menurutnya, perubahan tersebut terlihat dari kedisiplinan dan kebiasaan menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya melihat anak saya, Gaga & Babag, banyak berubah setelah sekolah di IIHS. Awalnya kurang disiplin, sekarang jadi lebih disiplin. Di rumah, mereka selalu membangunkan seluruh anggota keluarga untuk subuh berjamaah. Mudah-mudahan Gaga & Babag beserta teman-teman tidak hanya membangunkan shalat subuh, tetapi juga membangun negeri ini untuk menjadi lebih baik."
Bagi keluarga ini, perubahan yang paling bermakna bukan hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di sekolah, tetapi juga bagaimana nilai-nilai yang diperoleh anak dapat diterapkan di rumah.
Kebiasaan membangunkan anggota keluarga untuk salat Subuh berjamaah menjadi contoh sederhana bagaimana pendidikan agama dan pembentukan karakter dapat terbawa ke dalam kehidupan keluarga.
Kedua putra mereka, Ganteng Maritza Aldi dan Bagus Athallah Aldi, merupakan alumni SMA IIEC yang kemudian melanjutkan perjalanan pendidikan masing-masing di Akademi Militer dan Universitas Multimedia Nusantara.
Pengalaman ini memperlihatkan bahwa pembentukan disiplin, tanggung jawab, dan kebiasaan baik merupakan bekal penting bagi anak dalam menjalani tahap kehidupan berikutnya.
Pendidikan Agama dan Lingkungan Sosial yang Membentuk Kepribadian Anak
Pengalaman positif lainnya disampaikan oleh pasangan Bapak Arie K. Untung dan Ibu Fenita Arie, yang juga mempercayakan pendidikan putranya kepada IIHS.
Sebagai figur publik, keduanya melihat perkembangan anak mereka, Mezbareta Fathir Gavindafta atau Gavin, terutama dalam aspek keagamaan dan kemampuan bersosialisasi.
"Banyak sekali kemajuan pada Gavin setelah sekolah di IIHS, terutama di bidang keagamaan. Siswanya berasal dari seluruh penjuru Indonesia, membuat anak kami lebih mudah bersosialisasi dengan teman-teman di sekolah. InsyaAllah, ilmu yang didapat oleh Gavin bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari dan bisa lebih baik lagi kedepannya."
Salah satu hal yang menarik dari pengalaman tersebut adalah keberagaman latar belakang siswa. Bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai daerah memberikan kesempatan bagi anak untuk mengenal perbedaan, membangun pertemanan, serta mengembangkan kemampuan bersosialisasi.
Selain itu, perkembangan dalam bidang keagamaan menjadi salah satu hal yang paling dirasakan oleh keluarga Arie dan Fenita.
Gavin merupakan alumni SMA IIHS yang melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung pada bidang Manajemen Bisnis.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa pendidikan agama, interaksi sosial, dan pengembangan akademik dapat berjalan beriringan dalam mempersiapkan anak menghadapi masa depan.
Mempercayakan Pendidikan Anak dan Keluarga Besar kepada IIEC
Kepercayaan terhadap sebuah institusi pendidikan juga dapat terlihat dari keputusan orang tua untuk mempercayakan pendidikan lebih dari satu anak.
Hal tersebut dilakukan oleh Ibu Dewi Perssik. Public figure ini menyampaikan bahwa dirinya mempercayakan pendidikan enam orang anak dan enam orang keponakannya kepada SMP dan SMA IIEC.
Dalam testimoninya, ia menyoroti pentingnya perpaduan ilmu pengetahuan dengan iman dan takwa dalam membentuk akhlak anak sejak dini.
"SMP dan SMA IIEC memadukan ilmu pengetahuan dengan iman dan taqwa agar bisa membentuk akhlakul karimah sejak dini. Oleh karena itu saya mempercayakan 6 orang anak dan 6 orang keponakan saya untuk mengenyam pendidikan di SMP dan SMA IIEC. Konsep pendidikan di sekolah ini membangun kemandirian dan kedisiplinan anak-anak kita. Hal ini penting dalam membentuk mental anak-anak kita agar bisa beradaptasi nantinya di dunia luar."
Bagi Ibu Dewi Perssik, pembentukan akhlak, kemandirian, dan kedisiplinan merupakan aspek penting dalam pendidikan. Anak perlu dipersiapkan bukan hanya untuk menyelesaikan pendidikan formal, tetapi juga agar mampu beradaptasi dan bertanggung jawab ketika menghadapi kehidupan di luar lingkungan sekolah.
Kepercayaan yang diberikan kepada IIEC untuk mendidik anak dan anggota keluarga besarnya menjadi salah satu cerita mengenai hubungan antara keluarga dan institusi pendidikan.
IIEC Schools Jakarta: Mengintegrasikan Ilmu Pengetahuan, Iman, dan Keterampilan
Pengalaman para orang tua tersebut sejalan dengan filosofi pendidikan yang dikembangkan IIEC-RI. IIEC memandang pendidikan sebagai proses pembentukan manusia secara menyeluruh, dengan mengintegrasikan kebutuhan duniawi dan ukhrawi.
Melalui SMP IISS dan SMA IIHS, IIEC Schools Jakarta menghadirkan Islamic Full Day School untuk jenjang SMP dan SMA di kawasan Arkadia Green Park, Tower B, Lantai 5, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Konsep pendidikannya dirancang untuk mengembangkan kemampuan intelektual, spiritual, jasmani, dan keterampilan siswa secara seimbang.
Dalam penerapannya, IIEC mengembangkan lima pilar pendidikan sebagai fondasi pembelajaran.
1. Language
Mengembangkan kemampuan tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional, Bahasa Arab sebagai pintu untuk memahami ilmu agama, dan Bahasa Inggris sebagai jembatan komunikasi global.
2. Islamic Studies
Memperkuat pemahaman siswa terhadap Al-Qur'an, Hadis, fiqh, dan akhlak. Pembelajaran agama diarahkan agar nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Academic Excellence
Mendorong keunggulan akademik melalui pembelajaran aktif, diskusi, kemampuan berpikir kritis, serta evaluasi berbasis proyek dengan mengacu pada standar Cambridge International Education.
4. Interpersonal Skill
Membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, empati, kerja sama, dan kemandirian melalui kegiatan pembelajaran kolaboratif serta pembinaan karakter.
5. Overseas Program
Memperluas wawasan internasional melalui program studi ke Jordan, New Zealand, Canada, Scotland, United States, dan Australia. Program ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal budaya serta perspektif pendidikan dari berbagai negara.
Melalui kelima pilar tersebut, IIEC berupaya membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembelajaran Full Day School dengan Program Akademik dan Keagamaan Terintegrasi
IIEC Schools Jakarta menyediakan dua jenjang pendidikan, yaitu SMP IISS (International Islamic Secondary School) dan SMA IIHS (International Islamic High School).
Keduanya menerapkan konsep Islamic Full Day School dengan kegiatan belajar yang terstruktur dari pagi hingga sore. Siswa mendapatkan pembinaan akademik, keagamaan, dan pengembangan keterampilan dalam satu lingkungan pendidikan, sekaligus tetap tinggal bersama keluarga.
Beberapa program yang ditawarkan antara lain:
SMP IISS
- Islamic Studies komprehensif.
- Program Leadership & Interpersonal Skill.
- Two Years Study Program sesuai ketentuan.
- Pembinaan karakter dan persiapan menuju jenjang SMA.
SMA IIHS
- Two Years Study Program sesuai ketentuan.
- Overseas Program ke enam negara.
- Program dual ijazah nasional dan internasional sesuai ketentuan.
- Pengembangan entrepreneurship dan networking global.
Selain itu, IIEC menerapkan pendekatan Student-Centered Learning melalui diskusi terarah, proyek kolaboratif, serta evaluasi berbasis pemahaman. Pendekatan ini mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran dan mengembangkan kemampuan berpikir mandiri.
Fasilitas Modern untuk Mendukung Pengalaman Belajar
Untuk menunjang proses pembelajaran dan pengembangan minat serta bakat, IIEC Schools Jakarta menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang kelas modern, laboratorium sains, perpustakaan, student lounge, gym, swimming pool, tennis court, park, dan common space.
Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi siswa dalam menjalani kegiatan akademik maupun nonakademik.
Dengan dukungan lingkungan belajar yang terintegrasi, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, menjaga kebugaran, membangun interaksi sosial, serta mengeksplorasi berbagai potensi diri.
Lebih dari Sekadar Prestasi, Pendidikan adalah tentang Perubahan Kehidupan
Cerita dari keluarga Komeng dan Indra Dewi, Arie K. Untung dan Fenita Arie, serta Dewi Perssik memberikan satu gambaran penting: pendidikan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar nilai akademik dan kelulusan.
Kedisiplinan yang tumbuh, kebiasaan beribadah yang semakin kuat, kemampuan bersosialisasi, kemandirian, hingga kesiapan melanjutkan pendidikan merupakan bagian dari perjalanan perkembangan seorang anak.
Tentu setiap anak memiliki perjalanan dan perkembangan yang berbeda. Namun, lingkungan pendidikan yang mendukung, pendampingan keluarga, serta pembiasaan nilai-nilai positif dapat menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Melalui integrasi pendidikan Islam, kurikulum internasional, pengembangan keterampilan, dan wawasan global, IIEC Schools Jakarta berkomitmen untuk mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang apa yang diketahui seorang anak, tetapi juga tentang bagaimana ia menjalani kehidupan dan memberikan manfaat bagi sesama.
