TUW5BSClTpA5TSO9GSzpTpz9GA==
Breaking
News

Lirik Lagu Cublak Cublak Suweng dan Artinya yang Sering Dinyanyikan Anak-anak

Ukuran huruf
Print 0

anak-anak bermain cublak cublak suweng di tengah alam terbuka

Di tengah arus modernisasi yang semakin pesat, ada satu lagu tradisional yang masih hidup dan dinyanyikan oleh anak-anak Indonesia. Lagu "Cublak Cublak Suweng" bukan hanya sekadar nyanyian pengiring permainan, tetapi juga menyimpan makna mendalam yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal Jawa. Dengan lirik sederhana dan irama yang mengalun, lagu ini mampu menembus waktu dan menjaga kekayaan budaya Nusantara. Sejak dahulu hingga kini, Cublak Cublak Suweng menjadi salah satu permainan tradisional yang paling populer, terutama di daerah Jawa.

Lirik lagu Cublak Cublak Suweng tidak hanya menjadi bahan hiburan, tetapi juga sarat akan nilai moral dan filosofi kehidupan. Banyak orang tua dan guru sering menggunakan lagu ini untuk mengajarkan anak-anak tentang arti kejujuran, kesabaran, serta pentingnya mendengarkan hati nurani. Selain itu, liriknya juga mengandung pesan spiritual yang dalam, yang dipercayai diciptakan oleh salah satu dari Wali Songo, yaitu Sunan Giri pada abad ke-15 Masehi. Dengan demikian, Cublak Cublak Suweng tidak hanya sekadar lagu, tetapi juga sebuah warisan budaya yang memiliki makna mendalam dan relevansi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Cublak Cublak Suweng juga menjadi simbol kebersamaan dan interaksi sosial antar anak-anak. Permainan ini biasanya dimainkan dalam kelompok kecil, dengan satu anak yang bertugas menyembunyikan "suweng" (benda kecil) di tangan temannya. Proses pencarian ini melatih kemampuan observasi, koordinasi, dan kerja sama. Dengan begitu, Cublak Cublak Suweng tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media pendidikan yang alami dan efektif.

Asal Usul Lagu Cublak Cublak Suweng

Lagu "Cublak Cublak Suweng" memiliki asal usul yang sangat terkait dengan sejarah penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Menurut beberapa sumber, lirik lagu ini dipercaya diciptakan oleh Sunan Giri, salah satu dari sembilan wali yang terkenal sebagai tokoh yang menyebarkan agama Islam melalui jalur kebudayaan. Pada masa itu, Sunan Giri menciptakan lagu ini sebagai bentuk dakwah yang lembut, dengan menyisipkan ajaran moral dan spiritual dalam lirik yang mudah diterima oleh anak-anak dan masyarakat umum.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Vol 7 No 2, Desember 2019, lirik Cublak Cublak Suweng diduga dibuat pada sekitar tahun 1442 Masehi. Meskipun tanggal pasti penciptaan tidak diketahui secara pasti, nama permainan ini telah tercatat dalam Kamus Djawa yang diterbitkan pada tahun 1939. Hal ini menunjukkan bahwa Cublak Cublak Suweng sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari tradisi rakyat Jawa.

Permainan ini awalnya dimainkan dengan alat yang disebut "suweng", yaitu benda kecil seperti tanduk atau batu halus yang digunakan sebagai alat permainan. Jika tidak tersedia, maka bisa diganti dengan benda lain yang ukurannya mirip dengan mutiara. Dengan demikian, Cublak Cublak Suweng tidak hanya sekadar lagu, tetapi juga merupakan bentuk seni dan tradisi yang terus dilestarikan.

Lirik Lagu Cublak Cublak Suweng

Berikut adalah lirik lengkap dari lagu Cublak Cublak Suweng:

Versi Pertama: Cublak-cublak suweng
suwenge ting gelenter
mambu ketundhung gudel
pak empong orong-orong
pak empong orong-orong
sir-sir plak dhele kaplak ora enak
sir-sir plak dhele kaplak ora enak

Versi Kedua: Cublak-cublak suweng
suwenge ting gelenter
mambu ketundhung gudel
pak empo lera-lere
sapa guyu ndhelikake
sir-sir pong dhele gosong
sir-sir pong dhele gosong

Lirik tersebut mengandung makna yang dalam, yang sering kali tidak disadari oleh para penyanyinya. Setiap baris lirik memiliki makna filosofis dan pesan moral yang ingin disampaikan. Misalnya, kata "suweng" merujuk pada kebahagiaan sejati atau harta abadi yang tidak dapat dicapai melalui keserakahan, tetapi melalui ketenangan batin dan kesadaran diri.

Arti dan Makna Filosofis Lagu Cublak Cublak Suweng

Makna filosofis dari lirik Cublak Cublak Suweng sangat dalam. Kata "suweng" tidak hanya merujuk pada benda kecil yang digunakan dalam permainan, tetapi juga memiliki makna simbolis tentang kebahagiaan sejati, ketenangan batin, dan keheningan jiwa. Dalam konteks spiritual, "suweng" bisa diartikan sebagai kekosongan yang memungkinkan seseorang untuk mendengarkan hati nurani dan mencapai kedekatan dengan Tuhan.

Baris "mambu ketundhung gudel" menggambarkan seseorang yang bodoh atau terjebak dalam nafsu duniawi. Orang ini mencari "suweng" dengan cara yang salah, sehingga hanya mendapatkan "bau" dari kebahagiaan yang palsu. Sedangkan "pak empong lera-lere" menggambarkan orang yang serakah dan materialistis, yang meski memiliki banyak harta, tetapi tidak menemukan kebahagiaan sejati.

Kata "sira sir pong dele kopong" mengandung pesan penting tentang pentingnya membersihkan hati dari nafsu duniawi. Hati yang kosong dan bersih akan mampu mendengarkan hati nurani, yang akhirnya akan membawa seseorang kepada kebahagiaan sejati.

Nilai Moral dalam Lagu Cublak Cublak Suweng

Lirik Cublak Cublak Suweng tidak hanya menyampaikan pesan spiritual, tetapi juga mengandung nilai moral yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Berikut adalah empat nilai utama yang terkandung dalam lagu ini:

  1. Hubungan Manusia dengan Tuhan: Pencarian "suweng" adalah pencarian spiritual yang mengarah pada ridha Tuhan. Pengosongan hati dan sikap tawakal menjadi kunci untuk mencapai kebahagiaan abadi.
  2. Hubungan Manusia dengan Manusia: Lagu ini mengajarkan kejujuran, kerendahan hati, dan hidup harmonis dalam masyarakat. Tidak ada tempat bagi keserakahan dan kebohongan.
  3. Hubungan Manusia dengan Diri Sendiri: Pentingnya mendengarkan hati nurani dan mengendalikan hawa nafsu agar bisa mencapai ketenangan batin.
  4. Hubungan Manusia dengan Alam: Konsep "suweng" yang terserak di bumi mengajarkan untuk menghargai keseimbangan alam dan mencari hikmah dalam kehidupan.

Nilai-nilai ini sangat relevan dengan kehidupan modern, terutama bagi generasi muda yang sering terjebak dalam keserakahan dan tekanan sosial. Cublak Cublak Suweng menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari harta benda, tetapi dari ketenangan batin dan kesadaran diri.

Relevansi Cublak Cublak Suweng di Era Modern

Meskipun Cublak Cublak Suweng adalah lagu tradisional, maknanya tetap relevan di era modern. Di tengah arus informasi yang cepat dan tekanan sosial media, nilai-nilai yang terkandung dalam lagu ini menjadi bekal penting bagi generasi muda. Cublak Cublak Suweng mengajarkan pentingnya melawan materialisme, membangun integritas, dan mencari makna hidup yang lebih dalam.

Selain itu, praktik pengosongan pikiran dan pencarian ketenangan batin yang terkandung dalam lirik lagu ini sejalan dengan konsep mindfulness yang semakin populer saat ini. Dengan begitu, Cublak Cublak Suweng tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi panduan hidup yang berharga.

Pelestarian Budaya Melalui Cublak Cublak Suweng

Pelestarian budaya seperti Cublak Cublak Suweng menjadi tanggung jawab bersama. Dengan mengenalkan lagu ini kepada generasi muda, kita tidak hanya melestarikan kearifan lokal, tetapi juga memberikan mereka wawasan tentang nilai-nilai kehidupan yang sejati. Cublak Cublak Suweng bisa diintegrasikan dalam pendidikan karakter, acara budaya, atau bahkan media sosial, agar tetap hidup dan relevan.

Dengan demikian, Cublak Cublak Suweng bukan hanya sekadar lagu dolanan, tetapi juga simbol keberagaman budaya Indonesia yang kaya akan makna dan nilai. Dengan mengenal dan memahami lirik serta artinya, kita bisa menjaga warisan budaya ini untuk generasi mendatang.

Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin