| Yosua Banjarnahor: AI Tidak Akan Menggantikan Digital Marketer, tetapi Mengubah Cara Mereka Bekerja |
Jogja Pekan, Yogyakarta - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara bisnis menjalankan aktivitas pemasaran digital.
Berbagai pekerjaan yang sebelumnya memerlukan waktu berjam-jam, seperti riset, pembuatan konten, hingga analisis data, kini dapat diselesaikan lebih cepat dengan bantuan AI.
Meski demikian, menurut praktisi digital marketing Yosua Banjarnahor, AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang membantu meningkatkan produktivitas.
Yosua, yang juga merupakan salah satu pendiri Kyora Studio, menilai masih banyak pelaku usaha yang memiliki persepsi keliru terhadap penggunaan AI dalam strategi pemasaran.
"AI mampu mempercepat proses kerja, tetapi belum bisa menggantikan pemahaman manusia terhadap perilaku konsumen. Strategi tetap harus disusun oleh orang yang memahami tujuan bisnis dan karakter audiens."
Menurutnya, perkembangan AI seharusnya dimanfaatkan untuk mengurangi pekerjaan yang bersifat repetitif sehingga tim kreatif dapat lebih fokus pada penyusunan strategi, inovasi, dan pengembangan ide.
AI Mempercepat, Bukan Menggantikan
Dalam dunia digital marketing, AI kini telah digunakan untuk membantu berbagai aktivitas, mulai dari penyusunan ide konten, analisis performa kampanye, optimasi iklan digital, hingga riset kata kunci untuk SEO.Namun, Yosua mengingatkan bahwa hasil yang diberikan AI tetap membutuhkan evaluasi manusia.
"AI bisa menghasilkan puluhan ide dalam hitungan detik. Tetapi menentukan ide mana yang paling relevan dengan target pasar tetap membutuhkan pengalaman dan pemahaman terhadap brand."
Ia menilai kreativitas masih menjadi faktor pembeda yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
Tantangan Bisnis di Era Digital
Menurut Yosua, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi bisnis saat ini bukanlah kurangnya teknologi, melainkan kurangnya strategi.Banyak perusahaan berlomba mengikuti tren media sosial tanpa memiliki tujuan yang jelas. Akibatnya, konten memang memperoleh perhatian dalam jangka pendek, tetapi tidak memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan bisnis.
"Masih banyak yang mengukur keberhasilan hanya dari jumlah views atau likes. Padahal indikator yang lebih penting adalah apakah strategi tersebut mampu membangun kepercayaan, meningkatkan konversi, dan mempertahankan pelanggan."
Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pemasaran digital di tengah persaingan yang semakin ketat.
Menggabungkan Kreativitas dan Data
Sebagai salah satu pendiri Kyora Studio, Yosua bersama tim mengembangkan pendekatan yang menggabungkan kreativitas, analisis data, dan teknologi dalam setiap proyek yang dikerjakan.Agency tersebut melayani berbagai kebutuhan digital marketing, mulai dari branding, social media management, content production, performance marketing, website development, hingga press release untuk klien dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Menurutnya, setiap negara memiliki karakteristik audiens yang berbeda sehingga strategi komunikasi tidak dapat disamaratakan.
"Kami selalu memulai dari riset. Memahami audiens jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren yang sedang viral."
Masa Depan Digital Marketing
Melihat perkembangan teknologi yang semakin cepat, Yosua optimistis bahwa AI akan menjadi bagian penting dari industri pemasaran digital.Namun, ia menilai kemampuan berpikir strategis, kreativitas, dan empati terhadap konsumen akan tetap menjadi kompetensi utama yang dibutuhkan.
Ia juga mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk mulai memanfaatkan AI sebagai alat pendukung, bukan sebagai solusi instan.
"Teknologi akan terus berubah. Tetapi bisnis yang memahami konsumennya akan selalu memiliki peluang untuk bertumbuh."
Menurutnya, masa depan digital marketing bukan ditentukan oleh siapa yang memiliki teknologi paling canggih, melainkan oleh siapa yang mampu memadukan teknologi dengan strategi yang tepat.