![]() |
| Selendang Batik Mayura Laksmi Paramita |
JOGJA PEKAN, YOGYAKARTA, 9 Agustus 2026 – Aisyah Farah Hamidah, mahasiswa program studi Desain Mode Batik Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, sukses merancang karya Selendang Batik Mayura Laksmi Paramita selama menjalani Program Mahasiswa Berdampak (PMB) skema magang di CV. Hotwaxstudio Yogyakarta.
Kegiatan magang ini menggabungkan perancangan batik modern dengan sentuhan pewarnaan klasik, serta edukasi budaya kepada masyarakat luas.
Karya utama yang dihasilkan, Selendang Batik Mayura Laksmi Paramita, mengambil filosofi motif merak (mayura) sebagai simbol keindahan dan keanggunan.
Nama Laksmi melambangkan keberuntungan dan kemakmuran, sedangkan Paramita bermakna kesempurnaan serta kebajikan utama.
Secara keseluruhan, selendang ini mencerminkan harapan akan keindahan dan kesempurnaan karya yang membawa nilai-nilai positif bagi pemakainya.
Selain berfokus pada produksi karya dan eksplorasi pewarnaan, kegiatan magang ini juga diisi dengan penyelenggaraan workshop membatik interaktif.
Workshop yang dipandu langsung di lokasi CV. Hotwaxstudio ini melibatkan warga lokal hingga wisatawan mancanegara, menjadikan program ini sebagai sarana diplomasi budaya yang efektif untuk mengenalkan warisan batik ke ranah internasional.
"Melalui magang di CV. Hotwaxstudio, saya tidak hanya mengasah keterampilan produksi industri dan melahirkan selendang filosofis ini, tetapi juga dapat berinteraksi langsung memandu wisatawan lokal maupun asing dalam membatik. Hal ini memperluas apresiasi masyarakat global terhadap nilai seni batik," ujar Aisyah Farah Hamidah.
Kolaborasi antara ISI Surakarta dan CV. Hotwaxstudio Yogyakarta ini diharapkan terus melahirkan karya fesyen bernilai tinggi yang adaptif terhadap tren global, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pelestarian seni tradisional.
