TUW5BSClTpA5TSO9GSzpTpz9GA==
Breaking
News

Santri Reresik Kali Code: Kemenag Kota Yogyakarta Hadirkan Aksi Nyata Semangat Hari Santri Berdampak

Kemenag Kota Yogyakarta gelar Santri Reresik Kali Code dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026. Aksi bersih sungai ini wujudkan semangat santri berd
Ukuran huruf
Print 0


Santri Reresik Kali Code: Kemenag Kota Yogyakarta Hadirkan Aksi Nyata Semangat Hari Santri Berdampak. sumber: yogyakartakota.kemenag.go.id

Jogjapekan, Yogyakarta (Humas) – Semangat perjuangan santri tidak berhenti pada catatan sejarah kemerdekaan. Di masa kini, perjuangan itu diteruskan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat, salah satunya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Semangat inilah yang diwujudkan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta melalui kegiatan Santri Reresik Kali Code, Jumat (16/10/2026), dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Kemenag Kota Yogyakarta dalam menerjemahkan nilai-nilai perjuangan santri ke dalam gerakan sosial yang kontekstual. Bersama Pemerintah Kota Yogyakarta dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para santri terlibat membersihkan kawasan Kali Code sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan karakter santri yang berkontribusi bagi kehidupan bermasyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, dalam sambutannya mengajak para santri menjadikan perjuangan generasi terdahulu sebagai inspirasi dalam mengisi kemerdekaan. Jika dahulu para santri turut berjuang demi kemerdekaan bangsa, kini semangat tersebut perlu dilanjutkan melalui berbagai kegiatan positif yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, cita-cita para pejuang untuk mewujudkan bangsa yang makmur dan sejahtera harus diteruskan melalui kontribusi nyata seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan santri. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga kelestariannya sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

“Dahulu para santri ikut berjuang untuk negeri. Semangat perjuangan itu harus kita teruskan sesuai dengan tantangan zaman. Hari ini, kita mewujudkannya melalui kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya dengan merawat lingkungan sebaik-baiknya,” pesan Ahmad Shidqi.

Bagi Kemenag Kota Yogyakarta, Santri Reresik Kali Code bukan sekadar kegiatan bersih-bersih sungai. Aksi ini menjadi ruang pembelajaran bagi santri untuk menerapkan nilai kepedulian, gotong royong, tanggung jawab sosial, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat Hari Santri Nasional yang mendorong santri terus hadir memberikan kontribusi bagi bangsa di berbagai bidang kehidupan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat pesan bahwa pengamalan nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas ritual, tetapi juga melalui perilaku yang menjaga kemaslahatan bersama. Merawat lingkungan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab manusia yang dapat dimulai dari tindakan sederhana, dilakukan secara konsisten, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Kota Yogyakarta menghubungkan kegiatan ini dengan gerakan penataan lingkungan melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MASJOS). Program tersebut menjadi salah satu upaya mendorong lingkungan perkotaan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman.

Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Wali Kota Yogyakarta, jajaran Kemenag Kota Yogyakarta beserta seluruh pihak yang terlibat mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam rangkaian Hari Santri tahun ini. Kegiatan Santri Reresik Kali Code dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Penataan lingkungan dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, kegiatan pembersihan telah dilaksanakan di kawasan depo sampah. Adapun pembersihan Kali Code menjadi bagian dari tahapan lanjutan yang mencakup sejumlah ruas sungai, mulai dari kawasan Tentrem hingga Jembatan Kewek, dilanjutkan dari Jembatan Kewek menuju kawasan SMP dan Hotel Melia, serta ruas berikutnya hingga kawasan perbatasan kota.

Ke depan, penataan kawasan Kali Code diharapkan tidak hanya meningkatkan kebersihan dan kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata yang menarik. Untuk mewujudkan harapan tersebut, diperlukan kesinambungan kegiatan, keterlibatan masyarakat, dan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan setelah aksi pembersihan dilaksanakan.

Melalui Santri Reresik Kali Code, Kemenag Kota Yogyakarta menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak berhenti pada seremoni. Momentum ini dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

Semangat santri yang dahulu menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa kini diharapkan terus hidup melalui pengabdian, keteladanan, dan kontribusi terhadap persoalan-persoalan aktual di tengah masyarakat. Keterlibatan santri dalam merawat Kali Code menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dari sungai yang terawat, kesadaran masyarakat dapat tumbuh dari gotong royong, kepedulian dapat menguat, dan dari semangat Hari Santri lahir kontribusi nyata untuk mewujudkan Kota Yogyakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Santri Reresik Kali Code: Kemenag Kota Yogyakarta Hadirkan Aksi Nyata Semangat Hari Santri Berdampak
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin