TUW5BSClTpA5TSO9GSzpTpz9GA==
Breaking
News

Disaster Network Kembangkan Eco-Animal Relational Therapy melalui EcoFuture Project

Ukuran huruf
Print 0
Disaster Network Kembangkan Eco-Animal Relational Therapy melalui EcoFuture Project

Jogja Pekan, Denpasar, 2026 — Setelah lebih dari satu dekade pengembangan konseptual, penelitian lapangan, serta implementasi berbagai program berbasis lingkungan dan kesejahteraan psikologis, Dr. Listyo Yuwanto bersama Disaster Network memperkenalkan Eco-Animal Relational Therapy (EART) sebagai sebuah model terapeutik yang mengintegrasikan hubungan antara manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu sistem ekologis yang utuh.

Pengembangan konsep ini berlangsung secara bertahap dalam rentang waktu 2010–2026 melalui berbagai kegiatan penanganan bencana dan krisis, pendidikan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pemulihan 

psikososial, konservasi berbasis komunitas, pengembangan kesejahteraan psikologis, serta inisiatif keberlanjutan yang dihimpun dalam EcoFuture Project.

Berbeda dengan pendekatan yang hanya menggabungkan ecotherapy dan animal-assisted therapy secara berdampingan, Eco-Animal Relational Therapy menempatkan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai komponen yang saling terhubung dan saling memengaruhi dalam suatu jaringan kehidupan. 

Pendekatan ini berangkat dari pemahaman bahwa kesejahteraan psikologis tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi individu, tetapi juga oleh kualitas relasi individu dengan makhluk hidup lain dan habitat tempat kehidupan berlangsung.

Menurut Dr. Listyo Yuwanto, manusia tidak hanya membutuhkan hubungan sosial dengan sesama manusia, tetapi juga membutuhkan pengalaman keterhubungan yang lebih luas dengan seluruh sistem kehidupan.

"Ketika manusia merawat hubungan dengan hewan dan lingkungan, sesungguhnya manusia juga sedang merawat dirinya sendiri. Kesejahteraan psikologis, kepedulian sosial, dan keberlanjutan ekologis merupakan bagian dari proses yang saling berkaitan."

Sebagai kerangka konseptual, Eco-Animal Relational Therapy terdiri atas sepuluh model utama, yaitu Observational EART, Habitat Stewardship EART, Animal Encounter EART, Living Ecosystem Care EART, Restoration EART, Mindfulness EART, Creative EART, Symbolic EART, Community EART, dan Virtual EART.

Kesepuluh model tersebut dirancang untuk membantu individu mengembangkan keterhubungan ekologis, memperluas empati, membangun makna hidup, serta meningkatkan 

kesejahteraan psikologis melalui pengalaman langsung dalam relasi manusia–hewan–lingkungan.
Salah satu inovasi utama yang lahir dari EcoFuture Project adalah konsep Living Ecosystem Care, yaitu pendekatan yang mengajak peserta untuk merawat suatu mikroekosistem hidup secara menyeluruh, mencakup tumbuhan, hewan, tanah, air, dan interaksi ekologis yang terjadi di dalamnya. 

Pendekatan ini memungkinkan peserta mengalami secara langsung proses saling ketergantungan yang menjadi dasar kehidupan.

Sebagai bagian dari diseminasi keilmuan dan pengembangan praktik profesional, seluruh landasan teoretis, model konseptual, metodologi, panduan implementasi, aktivitas terapeutik, serta contoh penerapan lapangan telah dihimpun dalam buku yang ditulis Dr. Listyo Yuwanto berjudul Eco-Animal Relational 

Therapy. Buku tersebut menjadi panduan komprehensif bagi akademisi, psikolog, konselor, praktisi kesehatan mental, pendidik, fasilitator komunitas, aktivis lingkungan, serta organisasi yang ingin mengembangkan program kesejahteraan psikologis berbasis relasi ekologis.
Disaster Network Kembangkan Eco-Animal Relational Therapy melalui EcoFuture Project
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin