![]() |
| Pelatihan kedinasan yang mengusung metode pembelajaran via aplikasi Zoom Meeting. (Foto: Dok/Ist). |
Jogjapekan, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) resmi merilis daftar pemanggilan peserta untuk mengikuti Pelatihan Kaji Cepat Bencana secara online Tahun 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 31 Agustus hingga Jumat, 4 September 2026. Pelatihan kedinasan yang mengusung metode pembelajaran via aplikasi Zoom Meeting ini akan dimulai setiap pukul 08.00 WITA hingga selesai.
Berdasarkan surat pengumuman resmi Nomor: Und-325/BNPB/PUSDIKLAT/DL.02.01/08/2026 yang ditandatangani oleh Plh. Kepala Pusdiklat PB BNPB, R. Theodora Eva Y.A., M.Si (Han), kegiatan ini memanggil total 40 aparatur kedinasan yang lolos seleksi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Program ini diinisiasi secara strategis sebagai komitmen nyata BNPB dalam mencetak pegawai dan pemimpin handal di bidang penanggulangan bencana, yang memiliki ketangguhan serta respons cepat saat terjadi krisis di daerah.
Para peserta yang dipanggil mayoritas berasal dari jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Beberapa di antaranya adalah Faisal Tahadju dari BPBD Kab. Morowali Utara dan Nurdin Umar dari BPBD Kab. Halmahera Tengah, yang bergabung bersama perwakilan daerah lain seperti Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, hingga wilayah Indonesia Timur seperti Kabupaten Dogiyai dan Kota Jayapura.Sesuai ketentuan panitia, seluruh peserta yang telah dinyatakan lolos diwajibkan untuk segera melakukan registrasi ulang paling lambat pada 24 Agustus 2026.
Proses registrasi dilakukan secara digital dengan mengumpulkan Surat Tugas dan Lembar Komitmen melalui tautan resmi yang telah disediakan oleh panitia. Pihak Pusdiklat menegaskan bahwa peserta yang tidak melakukan konfirmasi keikutsertaan atau registrasi ulang pada waktu yang ditentukan akan langsung digantikan oleh cadangan calon peserta lainnya.Selama pelaksanaan diklat daring ini, para peserta dibekali dengan kurikulum komprehensif dengan total 36 Jam Pelajaran (JP).
Materi pelatihan mencakup Prinsip Penanggulangan Bencana, Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana, Perencanaan Kaji Cepat, hingga materi praktis seperti Pengumpulan dan Analisis Data serta Simulasi Kaji Cepat Bencana.
Untuk menunjang kelancaran proses belajar-mengajar, BNPB mewajibkan setiap peserta memiliki laptop dengan akses internet yang stabil, mampu mengoperasikan aplikasi pendukung seperti Google Drive, dilarang merokok selama sesi berlangsung, serta wajib menggunakan virtual background resmi sepanjang pelaksanaan Zoom Meeting.
