![]() |
| Program Pilah Sampah Padukuhan Ngaran |
Jogja Pekan, Margokaton, Sleman – Kepedulian warga terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut diwujudkan oleh masyarakat Padukuhan Ngaran, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman melalui Program Pilah Sampah berbasis “Shadaqah Sampah”. Program ini berawal dari keprihatinan warga terhadap meningkatnya sampah rumah tangga serta kesulitan dalam membuang sampah. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk bersama-sama memilah dan mengelola sampah yang masih memiliki nilai jual.
Program Pilah Sampah dipelopori oleh warga RT 04 RW 11 Padukuhan Ngaran dan secara bertahap berkembang hingga diterapkan di seluruh RT, mulai dari RT 01 sampai RT 05. Karena wilayah Padukuhan Ngaran cukup luas dan padat, kegiatan dilaksanakan secara berkelompok di masing-masing RT dengan waktu pelaksanaan yang berbeda.
Program ini telah berjalan kurang lebih lima tahun dan sebagian besar melibatkan ibu-ibu PKK. Sampah rumah tangga dipilah dan dikumpulkan secara rutin untuk kemudian dijual, sedangkan hasilnya dikelola bersama berdasarkan musyawarah dan kesepakatan kelompok.
Program tersebut tidak hanya memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat rasa kekeluargaan, gotong royong, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Hasil penjualan sampah dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bersama, seperti membeli sembako untuk Hari Raya Idul Fitri, seragam, maupun kegiatan rekreasi.
Program Pilah Sampah Padukuhan Ngaran sejalan dengan SDGs 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, khususnya melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari rumah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Dukuh Ngaran menjelaskan bahwa tujuan awal program bukanlah mencari keuntungan, melainkan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai merasakan manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah secara bersama-sama.
Tokoh masyarakat Padukuhan Ngaran, Bapak Jumari, juga menjelaskan bahwa masyarakat kini semakin memahami bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi dapat memiliki nilai apabila dikelola dengan baik.
Ke depan, Program Pilah Sampah diharapkan dapat terus berjalan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan keterlibatan masyarakat dan semangat gotong royong, program ini diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mendukung terciptanya lingkungan berkelanjutan.
