TUW5BSClTpA5TSO9GSzpTpz9GA==
Breaking
News

Disaster Network & KSPB Ubaya: Merawat Ketangguhan Lansia di Lereng Merapi

Melalui kolaborasi Disaster Network, KSPB Ubaya, dan komunitas lokal, kegiatan home visit diharapkan dapat memperkuat pendekatan Psikologi Bencana
Ukuran huruf
Print 0
Merawat Ketangguhan Lansia di Lereng Merapi

Jogja Pekan, Sleman, Boyolali - Disaster Network bersama Kelompok Studi Psikologi Bencana (KSPB) Universitas Surabaya (Ubaya) melaksanakan home visit kepada lansia di Desa Cangkringan, Sleman, dan Desa Sumur, Boyolali, kawasan yang berada dalam wilayah rawan erupsi Gunung Merapi 29-30 September 2026.

Kegiatan ini merupakan kegiatan berkelanjutan yang dilakukan sebagai bagian dari upaya preparasi kesehatan psikologis lansia sekaligus mengidentifikasi kemungkinan masih adanya ketidaknyamanan psikologis yang tersisa dari pengalaman erupsi Merapi 2010. 

Melalui home visit, tim hadir langsung di lingkungan tempat tinggal lansia untuk mendengarkan pengalaman, memahami kondisi psikologis, serta mengidentifikasi kebutuhan dukungan yang masih diperlukan.

Home visit dilakukan oleh Dr. Listyo Yuwanto, Psikolog, bersama Jennifer Christy Sutanto dan Sintya Maulidinna. Interaksi dilakukan secara langsung dan dialogis, dengan menggali pengalaman lansia selama menghadapi erupsi, perubahan kehidupan setelah bencana, rasa aman, serta kesiapan psikologis menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.

Komunitas sebagai Kekuatan Pendampingan

Dalam kegiatan ini, peran komunitas lokal menjadi bagian penting. Salah satunya adalah Ibu Nyami, yang selama ini memiliki peran krusial dalam mendampingi dan memberikan perhatian kepada lansia di komunitas.

Kehadiran Ibu Nyami menunjukkan bahwa pendampingan psikologis lansia tidak hanya berlangsung melalui intervensi profesional, tetapi juga melalui relasi sosial yang telah terbentuk dan dipercaya oleh masyarakat. 

Pengetahuan komunitas mengenai kondisi, keseharian, serta kebutuhan lansia menjadi modal penting untuk memastikan pendampingan berlangsung secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara tenaga profesional dan komunitas lokal memungkinkan proses pendampingan menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari lansia. 

Komunitas tidak ditempatkan hanya sebagai penerima program, tetapi sebagai mitra dan bagian dari sistem dukungan psikososial masyarakat.

Menurut Dr. Listyo Yuwanto, Psikolog, pengalaman bencana dapat meninggalkan jejak yang tidak selalu terlihat secara langsung. “Home visit menjadi ruang untuk hadir bersama lansia, mendengarkan pengalaman mereka, sekaligus mempersiapkan kondisi psikologis agar tetap memiliki rasa aman dan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.”

Kegiatan ini juga memandang lansia sebagai pemilik pengalaman dan pengetahuan kebencanaan. Pengalaman mereka menghadapi erupsi Merapi menjadi sumber pembelajaran penting bagi keluarga dan komunitas dalam membangun kesiapsiagaan lintas generasi.

Melalui kolaborasi Disaster Network, KSPB Ubaya, dan komunitas lokal, kegiatan home visit diharapkan dapat memperkuat pendekatan Psikologi Bencana yang berbasis komunitas, dengan mengintegrasikan pendampingan psikologis, pengalaman kebencanaan, dukungan sosial, serta preparasi menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

 Disaster Network & KSPB Ubaya: Merawat Ketangguhan Lansia di Lereng Merapi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin